Strategi Backup (Pencadangan) File-File Penting

Pendahuluan Di zaman serba terdigitalisasi ini, semua informasi seperti gambar, teks, suara, dan lain sebagainya disimpan dan dikodekan dalam bentuk digital. Oleh sebab itu, data digital merupakan benda virtual yang…

Pendahuluan

Di zaman serba terdigitalisasi ini, semua informasi seperti gambar, teks, suara, dan lain sebagainya disimpan dan dikodekan dalam bentuk digital. Oleh sebab itu, data digital merupakan benda virtual yang sangat berharga bagi masyarakat modern. Itulah mengapa kehilangan data-entah karena cakram keras (HDD) rusak atau serangan ransomware-adalah bencana yang tidak dapat ditoleransi.

Dalam artikel ini saya akan membahas strategi pencadangan berkas sehingga data digital yang kita cintai menjadi aman. Mulai dari strategi sederhana hingga strategi tingkat lanjut.

Strategi-Strategi Pencadangan

Berkas pribadi yang dimiliki oleh kebanyakan orang di awal tahun 2000-an kira-kira sebesar 100 megabyte. Di zaman sekarang memiliki berkas dengan total penyimpanan lebih dari 100 gigabyte bahkan bisa lebih dari 1 terabyte merupakan hal yang umum. Untuk individual, mencadangkan dengan jumlah berkas digital sebanyak itu dapat memakan waktu. Oleh sebab itu, kita harus memilah berkas data apa yang harus dicadangkan.

Seberapa pentingnya berkas merupakan hal yang subjektif yang hanya diketahui oleh individual yang memiliki berkas/file. Sehingga berkas-berkas yang tersimpan dalam komputer harus diatur sedemikian rupa. Beberapa strategi dapat dilakukan agar berkas-berkas dapat dipilah sehingga memudahkan dalam pencadangan.

Strategi menyimpan berkas/data dengan majemenen folder

Pertama, jika menggunakan OS Windows usahakan jangan menggunakan partisi sistem, yaitu C:\. Jika tidak ada partisi, maka sangat disarankan membuat partisi baru. Tutorial membuat partisi baru di Windows di luar dari pembahasan pada artikel ini, silakan cari tutorialnya di Google.

Setelah itu coba dibuat folder-folder yang tersusun berdasarkan tipe berkas file tersebut, contohnya buat folder untuk “kerja”, “keuangan”, “unduhan”, “film”. Biasanya, file-file yang berupa teks, dokumen, dan yang berhubungan dengan perkantoran jarang memakan ruang penyimpanan lebih dari 10 MB. Sedangkan berkas media diam seperti musik, suara, gambar, dan foto biasanya memakan ruang penyimpanan tidak lebih dari 200 MB. File terbesar biasanya dimiliki oleh file-file media bergerak yaitu rekaman video dan film hasil unduhan/pembelian yang disimpan secara lokal di komputer.

Strategi Pencadangan dengan Aturan 3-2-1

Strategi 3-2-1 merupakan strategi pencadangan dengan metode sebagai berikut: Memiliki setidaknya 3 (tiga) buah salinan berkas, disimpan pada setidaknya 2 (dua) media yang berbeda, dan setidaknya memiliki 1 (satu) pencadangan yang berada di tempat yang agak jauh dari semua media pencadangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan data atau file-file penting secara signifikan.

Deduplikasi Data.

Deduplikasi data adalah proses pengurangan data yang dihasilkan dari proses duplikasi data. Data duplikasi terjadi ketika pengguna melakukan proses copas (copy-paste) ke destinasi. Proses ini dapat membuat data yang dicopas menjadi ganda. Anda dapat menggunakan aplikasi dedupe untuk melakukan deduplikasi. Aplikasi ini bekerja dengan melakukan perhitungan hash sehingga file yang memiliki nama yang berbeda namun memiliki isi yang sama akan dinyatakan deduplikasi.

Kompresi Data

Cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pencadangan yang lebih terkelola adalah melakukan pengarsipan dan kompresi data. Pengarsipan dan kompresi data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi zip. Aplikasi zip dapat digunakan baik melalui antarmuka grafis (GUI) atau antarmuka teks (CLI). Aplikasi winzip adalah salah satu aplikasi berantarmuka GUI yang dapat digunakan untuk mengompresi data sehingga file yang dicadangkan lebih kecil. Jika menggunakan CLI dapat menggunakan

Enkripsi Data

Data merupakan objek yang sangat sensitif karena dari data yang kita miliki dapat mengandung password, alamat dan foto-foto pribadi. Oleh sebab itu, untuk menyembunyikan data yang sensitif, maka data harus disembunyikan dengan metode enkripsi. Metode enkripsi dapat dilakukan dengan mengenkripsikan berkas zip dengan software. Software seperti winzip memiliki fitur yang memungkinkan untuk

Memudahkan Pencadangan dengan Menggunakan Rclone:

Rclone merupakan utilitas yang memudahkan pengguna untuk melakukan pencadangan file, rclone terinspirasi dengan utilitas rsync yang berfungsi menduplikasi pencadangan dari medium satu ke medium yang lain. Namun rclone dapat melakukan lebih dari sekedar pencadangan : rclone dapat menduplikasi atau mencadangkan data menuju penyedia layanan penyimpanan awan (cloud storage) seperti dropbox dan gdrive.

[Tutorial Rclone Mendatang]

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *